Beneran, Mau Diet?

Yang masih harus dibuktikan ilmia: tekad membantu diet Anda. Nutrisionis Keri Glassman, R.D. menceritakan mengapa Anda tak perlu bermusuhan dengan donat dan sejenisnya.

“MUNGKIN INI NALURI AHLI GIZI PEMULA BELAKA, NAMUN KETIKA MASIH KULIAH SAYA PUNYA IDE CEMERLANG (DULU SAYA PIKIR BEGITU) UNTUK MENCEGAH BERAT BADAN SAYA NAIK SAAT BERSTATUS MAHASISWA”

“Saya menuangkan tekad saya dalam sebuah manifesto: Keri tidak akan makan permen sebutir pun selama semester ini. Tekad itu saya tulis di selembar kertas, saya tandatangani dan saya tempel di dinding kamar saya. Beres, deh. Tak ada lagi gula-gula untuk cewek ini. Saya setia pada janji saya, tak sebutir pun permen jelly masuk ke mulut saya. Namun tekad ini ternyata hanya bertahan sehari.”

khloe1
Nutrisionis Keri Glassman

Anda mungkin tahu rasanya, beribu kali bersumpah untuk berhenti ngemil nachos atau cokelat atau roti atau camilan apapun. Sebagai bagian dari masyarakat, dan terutama ketika berkaitan dengan menurunkan berat badan, kita mempercayai kekuatan tekad. Kekuatan untuk menahan godaan dipercaya sebagai satu-satunya cara untuk menjadi ramping.

“KENDORNYA KEKANGAN”

Tekad itu seperti otot, Anda memang bisa melatihnya tapi hanya dalam batas tertentu. Tidak seperti melatih otot paha  dan bokong, tekad akan mengendur setiap kali Anda melihat foto makanan lezat yang menggiurkan di media  sosial atau saat melewati kedai makanan siap saji. “Materi” untuk pecandu makanan ini tersedia  24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Kekuatan tekad juga bisa “dikuras” dalam situasi yang sama sekali tidak berhubungan dengan makanan. Kita menghabiskan sekitar 3 jam seharinya untuk mengekang diri, misalnya pergi ke gym dan bukannya menikmati happy hour sepulang kantor atau menabung uang dan tidak menghamburkannya untuk membeli sepatu mahal.

khloe3
Keri Glassman

Tekad seperti ini berasal dari “sumber” mentalitas yang sama. Jadi jangan kaget jika  tekad Anda bubar saat makan malam. Ketika tekad Anda goyah, kita pun menyalahkan diri sendiri, meyakini bahwa kita tidak mempunyai disiplin, motivasi atau kontrol (seperti yang diungkapkan oleh sebagian besar  responden dalam sebuah survey nasional).

Semua negativitas ini terbentuk karena kita terus menerus memfokuskan diri pada hal-hal yang TIDAK diperbolehkan  (cupcake itu) atau DILARANG dilakukan  (mengkonsumsi karbohidrat). Segala batasan ini, membuat “otot” teakd kelelahan dan menambah kadar stres Anda.

Akibatnya, tubuh Anda pun bereaksi dengan memproduksi hormon kortisol yang memicu nafsu untuk mengonsumsi makanan berlemak atau sarat gula, jenis-jenis makanan yang seharusnya Anda hindari.

Kekuatan yang berbeda

Kini bayangkan diri Anda  untuk mengendurkan tekad Anda. Bukan dengan cara menghabiskan sebungkus permen tapi dengan mengubah polapikir. Jangan berpikir “Saya dilarang makan pie itu”, cobalah mengubahnya dengan “Saya akan mencicipinya sedikit saja.”

 

BAGIKAN