Pendapat – Kekuatan Tekad

Kita menghabiskan sekitar 3 jam seharinya untuk mengekang diri, misalnya pergi ke gym dan bukannya menikmati happy hour sepulang kantor atau menabung uang dan tidak menghamburkannya untuk membeli sepatu mahal.

Kekuatan tekad juga bisa “dikuras” dalam situasi yang sama sekali tidak berhubungan dengan makanan.

Tekad seperti ini berasal dari “sumber” mentalitas yang sama. Jadi jangan kaget jika  tekad Anda bubar saat makan malam. Ketika tekad Anda goyah, kita pun menyalahkan diri sendiri, meyakini bahwa kita tidak mempunyai disiplin, motivasi atau kontrol (seperti yang diungkapkan oleh sebagian besar  responden dalam sebuah survey nasional).

Semua negativitas ini terbentuk karena kita terus menerus memfokuskan diri pada hal-hal yang TIDAK diperbolehkan  (cupcake itu) atau DILARANG dilakukan  (mengkonsumsi karbohidrat). Segala batasan ini, membuat “otot” teakd kelelahan dan menambah kadar stres Anda.

Akibatnya, tubuh Anda pun bereaksi dengan memproduksi hormon kortisol yang memicu nafsu untuk mengonsumsi makanan berlemak atau sarat gula, jenis-jenis makanan yang seharusnya Anda hindari.

Kini bayangkan diri Anda  untuk mengendurkan tekad Anda. Bukan dengan cara menghabiskan sebungkus permen tapi dengan mengubah polapikir. Jangan berpikir “Saya dilarang makan pie itu”, cobalah mengubahnya dengan “Saya akan mencicipinya sedikit saja.”

BAGIKAN